Bitcompareprediction Analisis On-Chain 2026: Mengapa Zona Hijau BTC & ETH Tetap Kokoh Meski Moskow Larang Mining?

Pasar kripto 2026 menghadapi tekanan baru setelah Rusia memperluas larangan aktivitas mining di berbagai wilayah strategis. Namun menariknya, data on-chain justru menunjukkan bahwa zona hijau untuk Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) masih tetap kuat. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah larangan mining benar-benar berdampak signifikan terhadap fundamental pasar?

Larangan Mining Rusia dan Dampaknya ke Hashrate

Pemerintah Rusia baru-baru ini memperketat regulasi dengan melarang mining di lebih dari 10 wilayah hingga 2031, termasuk Buryatia dan Zabaykalsky Krai. Kebijakan ini diambil untuk mengurangi tekanan pada jaringan listrik serta menindak aktivitas mining ilegal yang semakin masif.

Selain itu, rancangan undang-undang baru bahkan mengancam pelaku mining ilegal dengan hukuman penjara hingga lima tahun dan denda besar.

Secara teori, kebijakan ini seharusnya menekan hashrate global Bitcoin. Bahkan laporan terbaru menunjukkan sempat terjadi penurunan hashrate sekitar 4% pada kuartal pertama 2026 akibat tekanan energi global dan geopolitik.

Namun, realitas di lapangan tidak sesederhana itu.

On-Chain Bicara: Zona Hijau Masih Solid

Data on-chain menunjukkan bahwa metrik penting seperti realized price, MVRV ratio, dan akumulasi whale masih berada dalam zona bullish. Zona hijau sendiri merujuk pada area di mana harga dianggap undervalued secara historis dan menjadi titik akumulasi institusi.

Alih-alih melemah, penurunan aktivitas mining di Rusia justru diimbangi oleh redistribusi hashrate ke negara lain seperti Amerika Serikat, Kazakhstan, dan beberapa wilayah Asia. Fenomena ini bukan hal baru—sebelumnya, China juga pernah melarang mining namun jaringan Bitcoin tetap pulih dengan cepat.

Artinya, jaringan Bitcoin memiliki sifat anti-fragile: semakin ditekan di satu wilayah, semakin cepat beradaptasi di wilayah lain.

Ethereum Ikut Menguat di Tengah Ketidakpastian

Tidak hanya Bitcoin, Ethereum juga menunjukkan ketahanan serupa. Setelah beralih ke mekanisme Proof-of-Stake, Ethereum tidak lagi bergantung pada mining, sehingga dampak larangan mining praktis hampir nol.

Data staking menunjukkan peningkatan jumlah ETH yang dikunci, menandakan kepercayaan investor jangka panjang masih tinggi. Hal ini memperkuat posisi ETH dalam zona hijau, terutama di tengah ketidakpastian regulasi global.

Institusi Tetap Akumulasi Diam-Diam

Salah satu faktor utama yang menjaga kekuatan zona hijau adalah arus modal institusi. Wallet besar terus menunjukkan pola akumulasi, bahkan saat sentimen berita cenderung negatif.

Regulasi ketat seperti yang dilakukan Rusia justru sering dianggap sebagai “noise jangka pendek” oleh investor besar. Mereka lebih fokus pada fundamental seperti supply shock, halving Bitcoin, dan adopsi global.

Larangan mining di Rusia memang berdampak pada distribusi hashrate global, tetapi tidak cukup kuat untuk merusak struktur fundamental pasar kripto.

Selama metrik on-chain tetap menunjukkan akumulasi dan undervaluation, zona hijau BTC dan ETH kemungkinan besar akan tetap bertahan. Justru, tekanan regulasi seperti ini sering menjadi peluang bagi smart money untuk masuk sebelum fase bullish berikutnya dimulai.

By admin